BUM Desa
📍 Setupatok, Cirebon
Pagar Bumi Sejahtera
Kemandirian Desa
Dimulai dari Sini.
Badan Usaha Milik Desa Setupatok
Statistik
Produksi Telur
0
butir
Pendapatan
Rp 1.260.400
bulan ini
Populasi Ayam
0
ekor
Unit Usaha
1
Ayam Petelur
Kabar BUMDes
Lihat Semua →
Langkah Sigap BUMDes Pagar Bumi Sejahtera Atasi Bahaya Amonia di Kandang Ayam
MUNDU, SETUPATOK– BUMDes Pagar Bumi Sejahtera, Desa Setupatok, Kecamatan Mundu terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola unit usaha peternakan secara profesional dan inovatif. Baru-baru ini, pengurus BUMDes mengambil langkah taktis untuk mengatasi salah satu masalah paling klasik dan berbahaya di area peternakan: kotoran ayam yang sulit kering dan memicu naiknya gas amonia. Kondisi cuaca dan sirkulasi udara yang kurang optimal seringkali membuat kotoran di bawah kandang menjadi basah dan lembap. Jika dibiarkan, tumpukan kotoran ini akan menghasilkan gas amonia yang berbau sangat menyengat dan naik ke area tempat ayam beraktivitas. ### Ancaman Amonia bagi Produktivitas Ayam Gas amonia bukan sekadar masalah bau yang mengganggu lingkungan sekitar, tetapi merupakan ancaman langsung bagi kelangsungan usaha peternakan. Beberapa dampak fatal dari tingginya kadar amonia di dalam kandang antara lain: * **Ayam Mengalami Stres Berat:** Bau menyengat membuat ayam tidak nyaman dan kehilangan nafsu makan. * **Penurunan Volume Telur:** Stres dan gangguan kesehatan secara langsung memukul mundur tingkat produktivitas harian. Volume dan kualitas telur bisa merosot tajam. * **Gangguan Pernapasan hingga Kematian:** Amonia merusak saluran pernapasan ayam, membuat mereka rentan terhadap penyakit mematikan seperti snot (pilek), yang pada akhirnya dapat memicu lonjakan angka kematian (mortalitas). ### Solusi Praktis: Tabur Sekam Mentah dan Tanah Menyadari bahaya tersebut, tim BUMDes Pagar Bumi Sejahtera segera melakukan tindakan penanggulangan langsung di lokasi kandang. Langkah taktis ini dieksekusi oleh karyawan BUMDes, Saudara **Trisno**—atau yang akrab disapa **Ucok**—dengan didampingi dan diawasi langsung oleh Direktur BUMDes, Bapak **Nur Arifin**. Metode penanggulangan yang dipilih adalah dengan menyebarkan campuran **sekam padi mentah dan tanah** secara merata di atas tumpukan kotoran ayam yang basah. Langkah ini dipilih karena terbukti sangat efektif secara agronomis: 1. **Daya Serap Tinggi:** Sekam padi mentah memiliki rongga yang mampu menyerap kelebihan air dari kotoran ayam dengan cepat, mengubah kondisi kotoran dari basah menjadi kering. 2. **Menekan Gas Amonia:** Tanah berfungsi untuk menutupi pori-pori kotoran sehingga gas amonia terperangkap dan tidak menguap naik ke atas kandang. 3. **Mempercepat Pengomposan:** Kombinasi kotoran, sekam, dan tanah justru menciptakan media yang sangat baik untuk proses pengomposan alami. Ke depannya, kotoran ini bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis tinggi. > "Kesehatan ternak adalah kunci dari produktivitas. Kita tidak bisa menunggu sampai ayam sakit atau produksi telur turun. Tindakan penyebaran sekam dan tanah yang dilakukan Mas Ucok hari ini adalah langkah preventif agar sirkulasi udara kandang tetap sehat dan ayam terhindar dari stres," ujar Nur Arifin, Direktur BUMDes Pagar Bumi Sejahtera. > Dengan penanganan yang cepat dan tepat sasaran ini, BUMDes Pagar Bumi Sejahtera berharap lingkungan kandang kembali ideal, ayam tetap sehat, dan target produksi telur harian di Desa Setupatok dapat terus tercapai secara maksimal.

Meningkatkan Produksi Telur dengan Jamu Kunyit: Inovasi Program Ketahanan Pangan BUMDes Pagar Bumi Sejahtera Desa Setupatok
Dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat desa, BUMDes Pagar Bumi Sejahtera dari Desa Setupatok terus melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digalakkan adalah program pembuatan pelet atau jamu kunyit herbal yang dikhususkan untuk ayam petelur. Inovasi ini bukan sekadar memberikan pakan biasa, melainkan sebuah pendekatan cerdas untuk memaksimalkan potensi peternakan lokal dengan memanfaatkan bahan alami yang melimpah di sekitar kita: kunyit. 🎯 Tujuan Program Program inovasi pakan jamu kunyit yang diinisiasi oleh BUMDes Pagar Bumi Sejahtera ini memiliki beberapa tujuan utama: Mendukung Ketahanan Pangan Desa: Memastikan ketersediaan protein hewani (telur) yang berkualitas dan terjangkau bagi warga Desa Setupatok. Pemberdayaan Peternak Lokal: Menekan biaya produksi pakan dan obat-obatan kimia, sehingga margin keuntungan peternak ayam petelur di desa bisa lebih maksimal. Pemanfaatan Potensi Alam: Memaksimalkan penggunaan sumber daya alam lokal yang murah, mudah didapat, dan ramah lingkungan. Menghasilkan Produk Pangan Sehat: Menghasilkan telur yang lebih sehat dan bebas dari residu antibiotik kimia berlebihan. 🛠️ Cara Pembuatan: Sederhana dan Praktis Salah satu keunggulan dari program ini adalah proses pembuatannya yang sangat mudah diaplikasikan oleh peternak skala rumah tangga maupun menengah. BUMDes Pagar Bumi Sejahtera mengedukasi peternak dengan langkah-langkah berikut: Pemilihan Bahan: Siapkan rimpang kunyit segar yang sudah dicuci bersih. Proses Pemarutan: Kunyit segar tersebut kemudian diparut hingga halus. Proses pemarutan ini penting agar sari pati dan zat aktif kurkumin dalam kunyit bisa keluar dengan maksimal. Pencampuran: Parutan kunyit yang masih basah dengan sarinya langsung dicampurkan ke dalam pakan konsentrat atau pakan harian ayam petelur. Pemberian: Aduk hingga merata, dan pakan jamu kunyit siap diberikan kepada ternak. Tips BUMDes: Pemberian campuran pakan dan parutan kunyit ini bisa dilakukan secara rutin, terutama saat pergantian musim (pancaroba) di mana ayam rentan terkena penyakit. ✨ Manfaat Kunyit untuk Ayam Petelur Mengapa harus kunyit? Kunyit mengandung senyawa aktif kurkumin dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi alami. Berikut adalah manfaat luar biasa dari pakan campuran kunyit ini: Antibiotik Alami (Meningkatkan Imunitas): Kunyit membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap berbagai serangan penyakit, sehingga menurunkan angka kematian (mortalitas) pada ternak. Meningkatkan Nafsu Makan: Aroma dan kandungan minyak atsiri pada kunyit terbukti secara ilmiah mampu merangsang sistem pencernaan dan meningkatkan nafsu makan ayam. Mendongkrak Produksi Telur: Dengan pencernaan yang sehat dan nafsu makan yang baik, nutrisi pakan terserap sempurna. Hal ini berujung pada peningkatan kuantitas telur yang dihasilkan setiap harinya. Memperbaiki Kualitas Telur: Telur yang dihasilkan dari ayam yang mengonsumsi jamu kunyit memiliki cangkang yang lebih kuat, serta warna kuning telur (yolk) yang lebih cerah kemerahan. Mengurangi Bau Kotoran: Pencernaan yang optimal berkat kunyit membantu menekan bakteri patogen di usus ayam, sehingga amonia pada kotoran berkurang dan lingkungan kandang menjadi lebih tidak berbau. 🌾 Harapan ke Depan Melalui program ketahanan pangan ini, BUMDes Pagar Bumi Sejahtera berharap peternakan ayam petelur di Desa Setupatok dapat tumbuh menjadi sektor unggulan yang mandiri. Dengan memanfaatkan parutan kunyit, kita tidak hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga menjaga kesehatan konsumen yang menikmati telur-telur berkualitas dari desa kita tercinta. Mari bersama-sama dukung ketahanan pangan desa mulai dari hal-hal sederhana yang disediakan oleh alam! salam hormat: bumdes pagar bumi sejahtera 2025

Optimalisasi Potensi Ekonomi Desa: BUMDes Pagar Bumi Sejahtera Gandeng Pendamping Desa Petakan Prospek Ayam Petelur
Setupatok, Mundu – Langkah progresif terus dilakukan oleh BUMDes Pagar Bumi Sejahtera, Desa Setupatok, Kecamatan Mundu. Usai meninjau percepatan pembangunan infrastruktur fisik kandang, jajaran pengurus BUMDes kini menggelar sesi diskusi dan pendampingan khusus bersama Ibu Ari, selaku Pendamping Desa. Pertemuan ini bertujuan untuk membedah dan menggali lebih dalam potensi bisnis serta tata kelola keberlanjutan dari unit usaha ayam petelur.\n\nKehadiran Ibu Ari membawa perspektif strategis bagi arah gerak BUMDes. Dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, pembahasan tidak hanya berkutat pada teknis pemeliharaan harian unggas, melainkan meluas pada pemetaan peta jalan (roadmap) bisnis yang terintegrasi. Ibu Ari memberikan arahan komprehensif mengenai pentingnya analisis pasar, mitigasi risiko peternakan, hingga tata kelola keuangan yang akuntabel agar unit usaha ini mampu memberikan suntikan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara konsisten.\n\nSalah satu terobosan inovatif yang menjadi sorotan utama dalam diskusi bersama Pendamping Desa ini adalah penerapan sistem ekonomi sirkular (zero waste). Pengurus BUMDes mematangkan rencana untuk mengintegrasikan peternakan ayam petelur ini dengan program budidaya maggot. Nantinya, limbah kotoran ayam yang kerap menjadi tantangan lingkungan akan dikelola dan dimanfaatkan langsung sebagai media pengembangbiakan maggot.\n\nLangkah taktis ini dinilai sangat prospektif. Selain efektif menuntaskan masalah sanitasi dan bau kandang, maggot yang dihasilkan akan menjadi komoditas bernilai ekonomis baru—sebagai sumber protein alternatif yang tinggi—yang bisa dipasarkan kembali atau dimanfaatkan untuk menekan biaya operasional BUMDes di masa mendatang.\n\nKolaborasi pemikiran antara pengurus BUMDes Pagar Bumi Sejahtera dan Ibu Ari ini semakin menguatkan visi Desa Setupatok di bawah kepemimpinan Kuwu Johar untuk mewujudkan ketahanan pangan lokal. Melalui pendampingan yang berkesinambungan dan terukur, unit usaha ayam petelur ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi mesin ekonomi, tetapi juga model percontohan peternakan desa yang cerdas, mandiri, dan ramah lingkungan di Kecamatan Mundu.

Sinergi Bangun Desa: Rapat Terbatas Evaluasi Progres Kandang Ayam Petelur BUMDes Pagar Bumi Sejahtera
Desa Setupatok Kecamatan mundu- Dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan, BUMDes Pagar Bumi Sejahtera menggelar rapat terbatas untuk mengevaluasi progres pembangunan fisik kandang ayam petelur. Pertemuan strategis ini dilangsungkan di lokasi pembangunan, mengusung suasana kekeluargaan namun tetap fokus pada target penyelesaian proyek.\n\nRapat ini dihadiri langsung oleh jajaran pemerintahan desa dan pengurus inti BUMDes. Kehadiran Kuwu Johar dalam peninjauan ini menjadi bentuk nyata dukungan penuh dari Pemerintah Desa terhadap inovasi unit usaha yang sedang dirintis oleh BUMDes. Beliau menaruh harapan besar agar proyek ini dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes).\n\nTurut hadir meninjau jalannya proyek, Nuni Uriyah selaku perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kehadiran BPD memastikan bahwa fungsi pengawasan berjalan dengan baik, serta program yang dieksekusi selaras dengan aspirasi masyarakat dan perencanaan yang telah disepakati bersama.\n\nDirektur BUMDes Pagar Bumi Sejahtera, Nur Arifin, memimpin jalannya pemaparan terkait sejauh mana konstruksi kandang telah terbangun. Dalam laporannya, ia memastikan bahwa standar kualitas material dan struktur bangunan diperhatikan dengan saksama agar kelak dapat mendukung produktivitas maksimal dari unit usaha peternakan ayam petelur ini.\n\nDari sisi administratif dan manajerial, kesuksesan proyek ini tak lepas dari kerja keras tim internal. Sekretaris BUMDes, Saeful Anwar, terus memastikan seluruh pencatatan administrasi serta pelaporan kegiatan berjalan dengan tertib. Sementara itu, Bendahara BUMDes, Pery Hidayat, memaparkan evaluasi arus kas untuk menjamin ketersediaan material dan kelancaran operasional tukang, sehingga target waktu penyelesaian kandang dapat tercapai.\n\nSinergi yang kuat antara Pemerintah Desa (Kuwu Johar), BPD (Nuni Uriyah), dan jajaran pengurus BUMDes Pagar Bumi Sejahtera (Nur Arifin, Pery Hidayat, dan Saeful Anwar) ini menjadi fondasi utama. Ke depannya, unit usaha peternakan ayam petelur ini tidak hanya diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi desa, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru, termasuk potensi pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pakan atau pupuk yang bernilai guna tinggi.\n\nDengan kerja sama yang solid, BUMDes Pagar Bumi Sejahtera optimistis pembangunan kandang ini dapat segera rampung dan siap mencetak panen perdana dalam waktu dekat.